My First Trip Abroad!! Turkey..

Cerita ini sebenarnya cerita throwback tahun 2010 saat aku dapat internship dari AIESEC ke Izmir, Turki. Ini adalah pengalamanku pertama kali naik pesawat, pertama kali ke luar negri dan langsung sendirian dan jauh. Keluarga sempet ga boleh dan nanya macem-macem mau ngapain disana dan siapa yang jaga bla bla.. tapi akhirnya bisa di lobby setelah nangis-nangis dan ngambek. Hehe..

Sejak awal kuliah, aku emang udah mencanangkan untuk ke luar negri. Dua kali ikut wawancara untuk dapat beasiswa kursus bahasa Inggris di USA tapi gagal jadi pas dapet kesempatan ini aku ga mau lepasin. Dan sebelumnya juga aku dapet Student Conference in Maribor, Slovenia tapi ga boleh juga pergi karena negara-nya kurang dikenal, dan kakakku juga nikah waktu itu. Ada juga teman yang sama-sama diterima dan bapaknya bilang agak bahaya disana karena ga ada KBRI terus ada juga temen yang bilang disana banyak human trafficking, makin ga berani deh. haha

Jadi ku udah fix pilih Turki karena ga mungkin pergi ke dua negara (duit darimana coba?). Proses mendapatkan ini juga ga mudah karena ada isi motivation letter terus wawancara dan Alhamdulillah diterima untuk mengajar Bahasa Inggris di sekolah luar biasa (SLB) di kota Izmir. Kota Izmir adalah kota terbesar ke-tiga di Turki berdekatan dengan Yunani. Kota ini lebih sekuler daripada kota-kota lain di Turki.

Sebenarnya tujuanku waktu itu ke China karena aku udah 3 tahun belajar bahasa Mandarin jadi pengen belajar lebih dalam jadi pingin pilih yang ke China atau juga ke Polandia / Ceko karena visa-nya termasuk Schengen tapi juga tidak ada program kesana. Akhirnya terpilihlah Turki karena katanya Turki di Eropa, haha..

Waktu proses mengurus visa bener-bener ujian dan cobaan banget karena waktu itu ada booking-an tiket yang belum di-issue sampai aku 3 kali naik turun berapa lantai di travel agency untuk beli tiket. Setelah beli tiket, aku kejar ke Kedutaan Turki naik ojek, sialnya hari itu hujan jadi pas sampai kedutaan semua basah, untungnya dokumen aman.

Dari Indonesia, aku dianter sama Ibuku ke Jakarta, koper besarpun ga punya jadi minjem. Setelah banyak nanya-nanya orang tentang gimana cara check in pesawat dan gimana transit nanti di Doha akhirnya giliran prakteknya, hehe..

Dari check in pesawat aku ikutin rute yang ada di bandara dan cari gate pesawat. Deg-degan dan dingin banget suasana di bandara, waktu di pesawat juga masih ndeso, ga bisa pake sabuk, ga bisa nurunin bangku alhasil selama perjalanan 8 jam ke Doha dan Doha-Istanbul tetep duduk tegak, haha.. norak ya.. namanya juga pertama kali kan.

Setelah sampai Turki, aku udah janjian dengan mahasiswa Indonesia yang kuliah di Istanbul (yang akhirnya jadi suamiku, wakakaka cinlok) terus langsung ke rumah orang Indonesia untuk istirahat sebentar. Ternyata waktu itu Istanbul menurutku dingin, padahal sebelumnya udah dikasih tau karena ga percaya dan berpikir bahwa Turki itu Timur Tengah yang panas. Jam 12 malam akhirnya menuju ke stasiun bis dengan servis bis kecil yang disediakan pihak Bis. Waktu di stasiun, bingung cari-cari bis jadi setiap ada tulisan Izmir selalu tanya, akhirnya dateng juga bis yang ditunggu-tunggu. Di bis saya tidur dan lumayan kaget karena bis di Turki dapat snack dan minum, beda ga seperti di Indo. Pelayannya pun ganteng, haha. Ga kerasa 9 jam perjalanan dari Istanbul.

Sampai di Izmir, aku dijemput oleh Host Family aku sekeluarga naik mobil dan pas di jalan kaget banget ternyata jalan di Turki udah bagus. Wow, akhirnya aku ke luar negri juga! Haha..

Sampai rumah, dikasih sarapan dan ditunjukkin macam-macam di rumahnya. Sorenya aku langsung jalan-jalan di city center Izmir, wow bagus banget kotanya dan langsung lah foto-foto terus. Besoknya masih jetlag dan aku kena flu, mereka sangat khawatir dan dikasih obat. Kejadian lucu adalah ketika mau buka Facebook tapi kok ga bisa buka-buka ternyata keyboard laptop di Turki banyak huruf yang beda ada i dengan titik dan tanpa titik. Keesokan harinya baru aku dianter untuk ke AIESEC dan diperkenalkan dengan anggota lain dan langsung ditunjukkan dimana tempat kita akan bekerja. Teman-teman lain berasal dari Taiwan, Serbia, Jerman dan China. Kami sering nongkrong dan ketemuan di Saat Kulesi atau Clock Tower Izmir.

Waktu pertama ke SLB itu shock banget karena sebelumnya ga pernah lihat orang autis atau down-sydnrome. Selama 1 bulanan aku tiap Senin-Jumat mengajar dan cuman 1 guru yang bisa Bahasa Inggris. Di Izmir juga aku ditemani dengan dua mahasiswa Indonesia yang belajar disana.

Minggu pertama, aku jalan-jalan ke Bergama (Pergamon) bersama hostfam aku dan teman Jermanku, nenek hostfam ku tinggal disitu. Kita naik mobil dari Izmir selama 2 jaman. Wuah ternyata ini adalah kuil peninggalan Yunani. Langsung lah norak dan merasa ga nyesel milih Turki karena masih bau-bau Eropa hehe.. Disana juga suasananya masih desa banget dan ada undangan sunatan yang lucu-lucu banget anaknya. Minggku kedua, aku pergi dengan teman-temanku sesama internship ke Çesme. Padahal Çesme adalah pantai tapi karena kita kelamaan liat-liat benteng dan ngobrol ngalor ngidul akhirnya ga jadi liat pantai karena udah dingin dan ngejar angkot untuk balik ke Izmir lagi. Minggu setelahnya, aku jalan-jalan ke Ephesus ditemani sama teman. Dari Izmir naik kereta selama 1 jam. Baguuuus banget asli kalau ini kaya di Eropa beneran hehe.. Minggu ketiga aku ke Pamukkale dan bagus banget. Walaupun perjalanan cukup jauh selama 5 jam naik bis. Ini lebih seperti kota tua dan ada geyser berwarna biru dan putih yang bisa untuk tempat mandi-mandi. Ada juga antique pool yang konon katanya Cleopatra biasa mandi disitu. Keren pokoknya. Minggu terakhir aku insist pergi ke Capadoccia dan naik bis selama 12 jam, udah pegel dan panas banget ini pantat. Asli ga nyesel kesini karena bagus banget banget. Besok paginya aku langsung naik balon, dingiiiin banget tapi bagus banget. Seneng banget akhirnya salah satu impianku terlaksana karena waktu kecil sering dengerin lagu Sherina yang Balon Udaraku. Bagus banget. Setelah itu kita ikut Red Tour menyusuri beberapa tempat di sekitar Göreme. Kita tracking di Ihlara Valley yang suasananya seperti di Grand Canyon dan kemudian makan siang disitu, setelah itu juga kita ke underground city dan ke beberapa tempat lain. Semuanya bagus dan ga nyesel. Setelah program selesai aku mau lebih lama di Istanbul karena disana lebih banyak tempat-tempat wisata yang harus dikunjungi seperti Blue Mosque, Hagia Sophia, Topkapı Palace, dan Dolmabahçe Palace. Aku paling suka sama Dolmabahçe karena bangunannya Eropa banget, hehe dan istana ini emang keren banget. Aku juga sempet ke Bursa dan jalan ke Uludağ dimana aku ketemu salju untuk pertama kalinya. Hehe.. biasa aja sih sebenarnya, dingin..

Di Turki, aku banyak belajar tentang negara lain, budaya lain, sistem transportasi, sedikit bahasa Turki dan pengalaman untuk survive di negara orang, merasakan culture shock dan pastinya aku jadi ketagihan setelah itu untuk menjelajah negara lain! Karena banyak foto-foto dari kamera temenku yang hilang jadi aku ga terlalu punya banyak data perjalananku ini, yang ada terekam di memori aja, hiks. Hiks. Dan karena waktu itu aku belum berjilbab jadi aku ga share ya, yang pemandangan aja ya, hehe.

This slideshow requires JavaScript.

See you on the next adventure story,

Icha Bilal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s